Selasa, 30 Juli 2013

Hadapi Hidup ini Apa Adanya!

Kondisi di dunia ini penuh dg kenikmatan, banyak pilihan, penuh rupa, dan warna. Semua itu bercampur baur dengan kecemasan dan kesulitan hidup. Dan, Anda adalah bagian dari dunia yang berada dalam kesukaran.

Anda tidak akan pernah menjumpai seorang ayah, isteri, kawan, sahabat, tempat tinggal, atau pekerjaan yang padanya tdk terdapat sesuatu yg menyulitkan. Bahkan, kadangkala justru setiap hal itu terdapat ssuatu yg buruk & tdk anda sukai. Maka dari itu, padamkanlah panasnya keburukan di setiap hal itu dengan dinginnya kebaikan yg ada padanya. Itu kalau Anda mau selamat dengan adil & bijaksana. Pasalnya, dimanapun setiap luka pasti ada harganya.

Allah menghendaki dunia ini sbg tempat bertemunya dua hal yg slg berlawanan, dua jenis yg slg bertolak belakang, dua kubu yg saling berseberangan, dan dua pendapat yg slg berseberangan. Yakni, yg baik dg yg buruk, kebaikan dg kerusakan, kebahagiaan dg kesedihan. Dan setelah itu Allah mengumpulkan semua yg baik, kebagusan, dan keindahan itu di surga. Adapun yg buruk, kerusakan, dan kesedihan akan dikumpulkan di neraka.

Maka jalanilah hidup ini sesuai dg kenyataan yg ada. Jangan larut dlm khayalan. Dan jgnpernah menerawang ke alam imajinasi. Hadapi hidup ini dg apa adanya; kendalikan jiwa anda utk dpt menerima & menikmatinya! Bagaimanapun, tdk mungkin semua semua teman tulus kpd Anda dan semua perkara sempurna di mata Anda. Sebab, ketulusan dan kesempurnaan itu ciri dan sifat kehidupan di dunia.

Bahkan isteri anda pun tak akan pernah sempurna di mata anda. Maka kata hadist: "Janganlah seorang mukmin mencela seorang mukminah, sebab jika dia tidak suka pada salah satu kekurangannya maka dia bisa menerima kebaikannya yang lain."

Adalah seyogyanya bila kita merapatkan barisan, menyatukan langkah, saling memaafkan, dan berdamai kembali, mengambil hal2 yg mudah yg kita lakukan, meninggalkan hal2 yg menyulitkan, menutup mata dr bbrpa hal utk saat2 tertentu, meluruskan langkah, dang mengesampingkan berbagai hal2 yg mengganggu.

:)
Dikutip dari: Buku La Tahzan Karya Fenomenal DR. Aidh al-Qarni

Assalamualaikum beautiful :')

Kamis, 11 Juli 2013

Marhaban yaa Ramadhan ♡

Assalamualaykum beautiful...  :')

Hari ini bertepatan dengan tanggal 3 Ramadhan 1434 H. Alhamdulillah kita bs bertemu lg dengan bulan suci penuh rahmat, ampunan, dan maghfirah ini.
Alhamdulillah lagi diberikan rejeki yg tak henti2nya yaitu rejeki sehat, rejeki iman, rejeki islam, rejeki bahagia, rejeki buat jasmani juga.. dan rejeki buat ngepost lagi hehe.. alhamdulillah.

Hari ini saya lg gak da kerjaan.. sebenarnya ada sih. Beres2 rumah, bersih2 rumah, nyuci, dll lah (sok jd ibu RT gitu ya) gak pp lah kan latian.. hihii.
Pagi ini dingin banget jd nya pengen narik selimut gituu. Manjaan diri di kasur..Dan memikirkan indahnya jalan yg tlah d berikan Allah utk ku tu gakan ada habisnya. Pkoknya always say alhamdulillah ya Allah.

Oh iyaa.. pengen sedikit pamer boleh ya..sekarang sy sdh sah jadi sarjana farmasi. Disahkan tanggal 11 Mei 2013 kemaren.. jadi nama saya sekarang jadi Hayatun Nisa, S. Farm
Siapa sih yg gak senang akhirnya sdh bs memakai baju  toga kebanggaan tiap mahasiswa :)
Sekarang sy sdh back to Kampoeng kelahiran dan sdh say good bye kota Banjarbaru dan seisinya (hikss..)
Jadi sekarang sy sah juga jd pengacara (baca: pengangguran byk acara). Hehehehe
Ntah kenapa sy lebih memutuskan utk istirahat dulu drpd melanjutkan kuliah umum utk melanjutkan profesi apoteker. Sangat sangat sangat di didukung juga oleh calon suami utk tdk kuliah dulu apalgi sekolah ke seberang pulau meninggalkan pulau kalimantan.
Semoga nnti ada rejeki & niat melanjutkan kuliah profesi lg di kalimantan.

Planning utk bulan2 ke depan sih lbh fokus membenahi diri dulu menyiapkan diri utk mjd istri & ibu RT yg baik. Baik dimata Allah, di mata suami, dan di mata keluarga. Aamin ya rabb..

Bulan ini bulan juli ya.. bbrpa hari yg lalu tepat tgl 9 Juli  sy merayakan milad saya yg ke 23 hehe.. gak trasa diri ini semakin menua. Oh tidaaak....! (menua itu mimpi buruk gak sihh?) Haha takut bgt keriput, melar, & flek hitam..
Sebenarnya yg harus ditakuti itu bukan menua yg berefek ke fisik yaa.. tp ke rohani. Apakah kita sdh bs lebih memperbaiki diri dari umur2 sebelumnya. Apakah bisa membahagiakan org2 tercinta, apakah planning2 panjang sdh tercapai/belum?
Semoga kita termasuk hamba2-Nya yg sll di berkahi kehidupannya  & mendapat hidayah inayah-Nya. Aamiin..

Mmh sampai di sini dulu yaa.. corat coret otak atik touch screen nya.. pengen narik selimut lg. Hihiiiy.. :*
Assalamualaykum  warrahmatullahi wabarakatuh beautiful ;)

Sabtu, 13 Oktober 2012

My Self

Hello, this is my blog ^^
Sebenarnya sudah lama punya blog ini, tapi baru sekarang ngotak atiknya.
Ukey lets..introduce ma self.. my full name's Hayatun Nisa, lil name's Nisa. ;)

Sekarang masih tinggal di kota Banjarbaru, dan masih menyelesaikan penelitian untuk meraih Strata 1 kuuuh :D hahahaa. Beginilah view kota Banjarbaru, ntah bagaimana penilaian kalian mengenai kota ini... tetap saja Banjarbaru, i'm in love :D. udaranya, suasananya, dan airnya udah nyatu banget.


owfff... akhirnya ngepost blog juga. sampai di sini dulu introduce my self part I. Disambung lagi lain kesempatan ketika sudah punya inspirasi ngepost. see u :)

Minggu, 22 Maret 2009

Observasi Rawa Desa Tungkaran

 Rawa di desa Tungkaran, kecamatan Martapura di Kabupaten Banjar dijadikan sebagai objek penelitian lahan basah dan kefarmasian pada tanggal 12 Maret 2009 kemaren. Kawasan yang berada di titik koordinat 30 23’ 55.7” Lintang Selatan dan 1140 49’ 32,5” Bujur Timur ini merupakan kawasan dominan perairan atau rawa. Rawa di desa Tungkaran ini dapat dikatakan sebagai lahan basah karena kawasannya selalu tergenang air, bersifat alami, payau dan tetap dengan kedalaman pada waktu surut tidak lebih dari 6 meter.Ekosistem lahan basah di kawasan ini dihidupi berbagai jenis tumbuhan maupun hewan. Tumbuhan yang hidup di kawasan ini yaitu tanaman rawa seperti eceng gondok, teratai, kangkung, purun tikus, padi, purun tikus, kelakai, dan beberapa tanaman lain yang tumbuh di tanah seperti tanaman jambu biji dan pohon pisang.  


Kawasan ini juga dijadikan warga setempat untuk memancing dan menjala ikan, karena di kawasan ini banyak dihidupi ikan-ikan rawa seperti ikan sepat, ikan papuyu, dan ikan haruan (gabus).  Ikan gabus ini dapat digunakan untuk menggantikan serum albumin dalam tubuh. Dari sini kita dapat memandang kawasan ini dari sudut pandang nilai ekonomisnya, yaitu kawasan ini dijadikan warga sebagai mata pencaharian tetap maupun sampingan. 


Selain itu warga juga menggunakan kawasan rawa ini untuk menanam tanaman seperti padi, pisang, kelapa, dan lain-lain. Oleh sebab itu, kawasan lahan basah di Desa Tungkaran merupakan kawasan perekonomian warga setempat. 


Ekosistem lahan basah di Desa Tungkaran ini mempunyai nilai dipandang dari sudut ekonomis dan kefarmasian. Tanaman yang ada di kawasan ini, seperti eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang dapat digunakan sebagai bahan kerajinan untuk membuat tas, kipas, dan lain-lain. Eceng gondok ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, eceng gondok ini dapat mengikat unsur logam pada H2O dan daunnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Eceng gondok dapat digunakan untuk mengobati penyakit kulit seperti bisul dan bercak-bercak, tenggorokan panas, dan kencing tidak lancar.



       Teratai (Nymphaea sp) dapat dijadikan sebagai obat demam, menyembuhkan sakit kepala, dan malaria. Abu daun teratai mengandung efek homeostatik yang dapat mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan normal, selain itu juga dapat menghentikan pendarahan pada paru-paru, hidung, dan rahim mengobati diare, disentri, keputihan, demam, insomnia, sakit jantung, beri-beri, sakit kepala, berak dan kencing darah, serta anemia. Daun teratai biasanya dibuat untuk penurun panas. Batangnya sebagai obat penenang. Air rebusan dari bunga teratai dapat melancarkan buang air kecil, mengatasi mencret dan disentri. Sedangkan tepung mentah dari akar teratai dapat mengobati sariawan. Biji dan tangkai teratai berfungsi sebagai antihipertensi. 



Kangkung ternyata dapat berkhasiat sebagai antiracun dan dapat mengobati berbagai gangguan kesehatan. Kangkung berfungsi sebagai sedatif alias penenang. Selain itu, kangkung berfungsi sebagai pembawa zat berkhasiat ke saluran pencernaan. Itulah sebabnya kangkung mampu menetralkan racun dalam tubuh. Akar kangkung juga berguna untuk mengobati penyakit wasir. Kangkung memiliki manfaat sangat tinggi, karena mengandung vitamin A, B1, dan C, juga mengandung protein, kalsium, fosfor, zat besi, zat karoten, hentriakontan, dan sitosterol.


Purun tikus (Eleocharis dulcis) dapat dibuat kerajinan tangan seperti tikar, topi, tas, dan lain-lain. Selain itu purun tikus juga dapat dijadikan sebagai pestisida alami yang berperan sebagai habitat bagi beberapa jenis musuh alami terutama jenis parasitoid dan predator. Tanaman ini banyak ditemui pada tanah sulfat asam dengan tipe tanah humus.




Padi (Oriza sativa) dapat digunakan sebagai obat. Selaput biji berkhasiat untuk mengatasi lambung dan limpa lemah, tidak nafsu makan, gangguan pencernaan, rasa penuh di dada dan perut, beri-beri serta tangan dan kaki rasa kesemutan. Tangkai beras berkhasiat untuk mengatasi rambut kotor dan keguguran. Biji beras berkhasiat untuk mengatasi: demam, diare, gondongan, rematik, keseleo, radang payudara, radang kulit dan bisul. Akar berkhasiat untuk mengatasi keringat berlebihan. 


Kelakai (Stenochlaena palustris) dapat digunakan sebagai obat malaria, demam, penyakit kulit, dan sebagai obat awet muda. Telah dilakukan penelitian bahwa ekstrak methanol herba kelakai dapat digunakan sebagai anti diare.


Dilihat dari sudut pandang kefarmasian, tanaman di kawasan rawa di desa Tungkaran ini memiliki nilai yang sangat tinggi, kita dapat memanfaatkannya sebagai obat dari bahan alam. Jika kita lebih memanfaatkan tanaman yang ada di kawasan ini, maka tanaman yang tumbuh di kawasan lahan basah ini pun bernilai ekonomis yang tinggi untuk seorang farmasis maupun apoteker. Kita dapat membudidayakan tanaman-tanaman yang tumbuh di kawasan rawa tersebut tanpa merusak ekosistem lahan basah di sana. Seorang farmasis maupun apoteker dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai tanaman obat yang dapat dibudidayakan oleh warga setempat dan mengetahui penyakit-penyakit yang sering mewabah di kawasan rawa. Dapat kita ambil contoh, misalnya malaria yang dapat kita obati dengan tanaman rawa seperti kelakai. Kita dapat memberikan penyuluhan-penyuluhan mengenai penyakit malaria, bagaimana mencegah dan mengobatinya, serta bagaimana penggunaan obatnya. Seorang farmasis atau apoteker pun dapat langsung berperan dengan membuat obat malaria dari ekstrak tanaman kelakai agar lebih bernilai ekonomis.